harga sebuah tulang rusuk dan sebuah dosa


HARGA SEBUAH TULANG RUSUK DAN SEBUAH DOSA



Ketika dia hidup tanganya tak berdekap
Hidup semakin membara tanpa batas
Rasa penasarannya terdampar pada sebuah sebuah lukisan
Taman tanpa rasa malu, tanpa batas dan tanpa senyawa
Dialah sang hawa mencari pendamping tulang rusuknya

Rasa keluh kesah semakin menggelora tiada hentinya
Berharap turun dari sang pemilik tulang rusuknya
Untuk sebuah dosa kelam tak termaafkan
Dosa yang semakin meringkuk meratapi nasibnya
Seraya melantungkan pujian demi sebuah pengampunan

Dia berjanji untuk selalu setia mendekap peluh
Menerjang menyusuri bebatuan dosa
Lalu sepasang insane yang bernama kekasih
Diuji kembali oleh sang pencipta tulang rusuk
Karena bumi hanya memiliki satu Allah
Akhirnya menempati kedua insane pada belahan bumi berbeda



Tetapi mereka berhasil membelai lelahnya di bawah mentari
Menyengat demi sebuah nafas yang diberikan sang pemilik tulang rusuk
Sembari mengadu janji manis untuk tidak mengkhianatinya lagi

 Akankah janji manis itu bersemayam di atas tahta
Sebagai singgahan sepanjang masa?
Ataukah sekadar angin menyingsing dari ufuk sana
Ketika dia merasakan hangatnya peluk di kesunyian malam
Pada sebuah gubuk tak beranjang
Kebahagiaan menjemmput sang fajar kembali
Tiada sesal dan tangis
Yang ditebus dengan pengabdian
Dengan puisi aku meminta pengampunan
Demi harga sebuah tulang rusuk dan sebuah dosa
Akhirnya bertemu kembali di bumi Allah yang sama


                                                                          By: Ajis Dalu

Komentar

Posting Komentar