SEPI MENGUNDANG RINDU
SISDALU ARNOLDUS
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kepada Tuhan yang maha kuasa, karena atas berkat dan bimbinganya
sehingga saya bisa menyelesaikan Novel pandek ini yang berjudul “Sepi
mengundang rindu” tepat pada waktunya. Novel ini saya susun berdasarkan
pengalaman cinta saya dengan seorang cewek pilihan hatiku namanya Afni. Novel
ini menceritakan bagaimana cintaku
berawal dari rasa malu mengungkapkan isi hatiku pada dirinya hingga cintaku
terbukti mengungkapkanya. Semoga novel yang saya tulis ini menjadi inspirasi
bagi para pembaca pada umumnya. Penulis menulis novel ini berawal dari
kekuarangan yaitu minimnya kosa kata kita sehingga sulit mengonstruksi kata
demi kata, kalimat demi kalimat. Maka dari itu penulis sarankan agar
berlatihlah menulis. Dengan anda menulis, suatu saat nanti anda pasti terdaftar
menjadi seorang sastrawan.. menulis bukanlah suatu hal yang gampang. Maka dari
itu mencobalah menulis, menulis apa saja.
Maaf kalau novel ini alurnya brantakan dan
bahasa kurang padat makna atau masih banyak bahasa yang kurang tepat sesuai
EYD. Mohon maaf sebesar-besarnya
1
Aku
mengenal dia
Malam itu, entah kenapa aku membayangkan
suatu hal yang sebelumnya tidak pernah kubayangkan. Pandangan pertama membuat
aku jatuh hati oleh karena elok
wajahnya. Semalam usai melihat dirinya pertama kalinya di sebuah tempat namanya
Oeleta yaitu tempat dimana kami dibentur dan dibentuk pada waktu Masa
Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dalam sebuah organisasi KMK Bunda segala bangsa
FKIP UNDANA. Tempat inilah aku dibentuk untuk menjadi manusia yang berkarakter
dan berguna di masyarakat. Entah kenapa mataku yang tak berlensa menawan melihat
seorang gadis yang unik di mataku. Selama satu minggu kami kegiatan di Oeleta,
tiada hari aku melirik wajahnya yang begitu cantik. Aku seakan-akan tidak
merasakan lelah atau sakit selama kegiatan berlangsung. Tapi karena wajahnya
terlalu cantik di mataku membuat aku melupakan semuanya dan aku hanya focus
pada dirinya oleh karena cantik wajahnya, ramping bodinya, senyum manisnya yang
bisa meluluhlantakan jiwaku. Karena rasa penasaran yang begitu tinggi membuat
aku tidak serius dalam mengikuti kegiatan karena hati semakin guncang agar
mengenal dirinya secepatnya.
2
Dalam
hati aku berkata “ Muda-mudahan dia belum punya pacar supaya aku bisa mengisi
hati kosongnya. Lebih baik aku minta nomor HP-nya agar aku bisa mencurahkan
segala isi hatiku bahwa aku suka pada dirinya”.
Selama enam hari kegiatan, aku was-was, seperti
rasa ketidaknyamanan selalu menyelimuti diriku takut senior mengenal dirinya
lebih dulu. “ tidak apa-apa, apa pun halangan, tantangan, dan rintangan aku
harus berhasil mencuri hatinya”. Pikirku dalam hati. Tiada waktu aku berpikir
agar kegiatan cepat selesai dan saya bermaksud tunggu malam pelantikan aku baru
mengenal dirinya dan meminta nomor HP-nya. pada hari kelima yaitu pada hari jumaat, aku
mulai berkata-kata dan mencari tahu tentang dirinya.Ada seorang teman dekat
saya namanya Vanti. Dia adalah teman satu angkatan dengan saya dan kami satu
jurusan. Pada waktu kami istirahat usai makan siang, tepatnya pada jam 1.00
siang, saya melihat Vanti dengan mukanya pucat duduk di depan sebuah ruangan.
Tanpa menunggu lama, aku langsung mendekati dirinya dan bertanya “ Vanti kamu
kenal itu cewek ka?”. Kebetulan gadis cantik itu duduk berseblahan dengan Vanti
dengan dia punya kawan. Vanti langsung menjawab “ Iya nana, saya kenal dia.
Masa kamu tidak kenal dia. Dia satu jurusan dengan kita tetapi dia masih semester
tiga”.
3
Jawab
Vanti. Aku pun bisik di telinganya “ Kalau boleh tau siapa dia punya nama?.
Soalnya dari awal kegiatan saya penasaran tahu dia punya nama”. Vanti pun bisik
di telingaku “ Afni dia punya nama. Hmmmm, Kenapa dengan dia? Cieee cieeee……
ada yang jatuh cinta o. “ sssssssssttttttt…..aku langsung menutup mulutnya.
Tiba-tiba teriakan kaka senior dari dalam ruangan “ Semuanya masuk dalam
barisan. Cepat….” Dengan buru-buru saya beserta kawan-kawan lari masuk ke dalam
barisan. Lirikan mataku selalu tertuju pada wajahnya. Sampai dalam barisan pun
aku selalu berusaha berdiri di dekatnya. Tetapi kami dipaksa agar baris
berdasarkan kelompok. Kebetulan saya dengan Afni beda kelompok, dia barisan
paling ujung. Tapi entah kenapa, biar dirinya berada diantara ratusan orang,
tetapi mata ini masih sempat melihatnya.
Pada malam pelantikan, dimana kami
dikukuhkan sebagai anggota resmi dalam organisasi Komunitas Mahasiswa Katolik
(KMK) Bunda segala bangsa. Pandanganku selalu selalu tertuju pada dirinya.
malam yang begitu ramai dengan alunan musik yang menghebohkan tanah Oeleta. Aku
mau duduk di dekatnya, tetapi prasaan malu selalu datang. dia yang begitu
menawan, dia yang begitu cantik dengan senyum manis dan pipi lesungnya membuat
aku tidak bosan memandangnya.
4
Pada
waktu lagu dangsa timor diputarkan, semua kawan-kawan bangun dari kursinya dan
mencari pasangan untuk berdangsa. saya hanya melihat orang berdangsa dan saya
melihat Afni duduk berseblahan dengan saya. Saya melihat dia duduk sendiri
melihat orang berdangsa. Dalam hati aku berkata “ inilah kesempatan emas, saya
harus duduk dekat dia. Aku mau ajak dia dangsa”. Saya bangun dari tempat duduk,
mau mendekati dirinya, tapi keragu-raguan selalu muncul dan membuat aku duduk
kembali di kursi. Detakan jantungku bagaikan gempa bumi yang begitu dasyatnya
dan tidak terkontrol lagi. “Tuhan, berikanlah aku kebranian untuk mengenalnya,
jauhkan dari saya prasaan malu ya Tuhan, aku suka dirinya”. Doaku dalam hati.
Saya mau mencoba lagi untuk mendekati dirinya.mukaku tambah merah, dengan
pelan-pelan aku bangun dari kursiku. Begitu saya mau jalan mendekatinya,
seorang senior menarik tanganya untuk berdangsa. Amarahku semakin menjadi-jadi
melihat dia berdangsa dengan orang lain. Saya hanya melihat mereka dua dangsa.
Karena hati mengatakan segera mengenal dirinya, aku bangun dari kursiku duduk
dekat dengan Vanti dan saya langsung panggil dia ke luar ruangan sebentar saja.
Sampai di luar ruangan, kami dudukk cerita tentang kegiatan kami selama enam
hari lamanya.
5
Kami
cerita bagaimana kejamnya kaka senior terhadap kami calon anggota baru.
Kemudian saya sengaja mengalihkan pembicaraan dan berkata “ Vanti bisa minta
bantuan ka? Vanti aku suka dirinya, aku sayaang dia, aku tertarik padanya, aku
menawan pelihat penampilanya. Tapi kenapa setiap kali aku mau mendekatinya,
persaan malu selalu datang. Pleeeeease….Vanti, kamu bisa jadi jembatan atau
tidak. Katakanlah pada dirinya bahwa aku suka dia. Aku tidak bersabar lagi
mengunkapakan bahwa aku menyukai dirinya”. “ Cieeee….cieeee… cewek yang kemarin
kamu tanya ka? Aku tidak mau menjadi prantara bahwa
kamu suka dia. Jika kamu benar-benar ada prasaan cinta sama dia, omong saja,
kenapa harus malu. Tunjukan bahwa kamu kamu itu laki-laki”. Jawab Vanti sambil
mencubit pipiku.“Tapi aku tidak bisa Van, aku malu. Sudah dua kali aku mencoba
mendekatinya tetapi aku masih ragu-ragu. Aku minta bantuan kamu Van, please.
Aku takut dirinya sudah ada pacar makanya saya takut omong langsung saya punya
isi hati”. kataku sambil memegang tanganya Vanti. “Begini Ajis, sebentar kalau
kamu melihat dia duduk sendiri, biar saya menemani kamu pergi mendekatinya.kamu
kan belum mengenal dia. Begitu kamu duduk sebentar, kamu langsung kenal nanti
baru kamu ajak omong dia.
Kemudia
kamu minta dia punya nomor handphone”. Kata Vanti sambil mencubit kedua pipiku.
“ Ide bagus. Dasar kamu penggemar cinta sejati”. Teriaku sambil menarik
tanganya masuk kembali ke dalam ruangan. Begitu kami masuk ke dalam ruangan,
semua kursi kosong. Semua orang bergoyang dengan music DJ dengan volume speaker
full membuat piring dan gelas ikut bergoyang. Saya dengan Vanti ikut bergoyang
dan saya melihat Afni di antara ratusan orang banyaknya tetapi tidak kelihatan.
Keesokan harinya yaitu hari minggu siang,
kami semua mempersiapkan diri pulang dari tanah Oeleta menuju sekretariatan KMK
yaitu di Penfui. Sesampainya di sekretariatan KMK di dekat Bukit Cinta Penfui,
kami kumpul bersama dengan senior untuk menerima arahan dari ketua umum KMK.
Tanpa sengaja aku melihat dirinya duduk tersungkur penuh dengan kelelahan.
Ingin hati mendekatinya, tapi penuh dengan keragu-raguan.
6
Waktu
menunjukan jam 5.00 sore, saatnya kami pulang ke rumah masing-masing. Dalam
perjalanan menuju kos, aku sama sekali tidak semangat. Kakiku terantuk dengan
bat uterus karena bayanganya seakan-akan menari-nari di depanku. Hati berdebar
tanpa henti. wanita secantik bidadari ini yang membuat aku menjadi gila dalam
hidupku. Salah seorang temanya namanya Nova. Dia juga satu jurusan dengan afni
tapi beda kelas. Pas malam hari saya inbox Nova dengan maksut dan tujuan
menyampaikan salamku pada Afni. “ Selamat malam Nova, kamu lagi ngapain?”
pesanku terkirim lewat inbox. “ Selamat malam juga kaka. Belum kaka, saya lagi
kerja tugas. Kalau kaka lagi ngapain?” Nova langsung balas. “Maaf mengganggu
aktivitasmu ya. Boleh Tanya ka Nova?”. Pesanku terkirim. “ Tidak apa-apa kaka,
iya kaka boleh. Emangnya kaka Tanya apa?”. Pesan Nova Masuk lagi. “ Afni sudah
punya pacar ka? Soalnya saya suka sama dia. Dan kalau boleh Nova menjadi
jembatan atau prantara, sampaikan pada dirinya bahwa aku suka sama dia dan
kasih tau sama dia, kalau dia belum punya pacar, aku boleh masuk nggak? Untuk
menjadi pasangan hidupnya. Hhahaha”. Pesanku terkirim lagi. Nova pun membalas “
iya kaka bisa, tapi aku coba Tanya dia sebentar. Kaka jangan khwatir semuanya
pasti berhasil kok?”. “ Iya Nova terima kasih banyak sebelumnya. Nanti
bagaimana respon dari dia kasi tau atau lewat inbox saja”.
7
Hatiku melonjak kegirangan karena sudah ada
orang bersedia menjadi prantara titip salamku pada dirinya. walaupun rasa kesal
dalam hati semaikin panas karena tidak ada kesempatan saya mengungkap langsung
isi hatiku pada dirinya. tapi tidak apa-apa semuanya pasti berhasil. Setelah
satu minggu kemudian saya inbox Nova lagi karena rasa penasaran yang begitu
tinggi, apakah Afni sudah bersedia menjadi pendampingku atau tidak. Tanpa piker
panjang, saya langsung chat Nova “ Selamat mala menu Nova, bagaimana responya,
terima ka?”. Pesan Nova langsung masuk “ Maaf kaka Ajis”. Tidak sadar, darahku
tiba-tiba membeku entah kenapa. Karena chatnya Nova tidak ada lanjutanya.
Apakah maaf karena belum menyampaikan kepada afni isi hatiku atau karena Afni
menolak perasaanku. Kemudian saya inbox lagi “ Kenapa Nova, dia tidak terima
ka?”. Bukan kaka ajis afni respon tidak jelas. Dia bilang tunggu saja”. Pesan
Nova masuk.
Keesokan
harinya, saya langsung buka facebook dengan maksud untuk melihat profilnya.
Profilnya saya dapat dan saya langsung tambahkan teman supaya saya bisa tembak
dia lewat inbox. Satu minggu kemudian, dia baru konfirmasi permintaan
pertemanan saya di Facebook.
8
Kebetulan malam itu saya dengan sahabat arib
saya namanya ogan berada di Bandara Eltari Kupang makan nasi goring.
Handphoneku bordering menandakan ada chat masuk. Saya langsung ambil Handphone
dari dalam saku celana dan mencheck pesan masuk. Akun yang beralamat “ Afni
Ono” menerima pertemanan anda. Aku tersenyum membaca pemberitahuan itu di facebook.
Nasi goreng sudah berada di meja, tapi saya lebih utamakan chat Afni daripada
nasi goreng. Tanpa piker panjang, saya langsung chat dia “ terima kasih atas
konfirmasinya enu. Kamu lagi ngapain sekarang?”. Handphone berdering menandakan
ada pesan masuk. Afni langsung membalas “ sama-sama kaka. Saya lagi cerita
dengan adek ni kaka. Kalu kaka lagi ngapain?”. “Lagi makan nasi goring di
Bandara dengan Ogan. Kalau boleh saya
Tanya sesuatu tentang enu kamu ka?”. Pesanku terkirim. “ Iya kaka boleh. Tanya
apa?”. Balasnya. “ kamu sudah punya pacar ka. Jujur enu dari dulu aku suka
sekali dengan enu. Tapi entah kenapa aku malu mengungkapkanya bahwa aku suka
dirimu. Dan sekarang saatnya aku mengungkapkan isi hatiku. Aku mau kamu menjadi
pendamping hidupku.” Pesanku terkirim lagi. “Alasan kaka mengenal saya apa.
9
Apakah
kaka sekedar mengenal saya atau mengenal lebih jauh. Emangnya kaka belum punya
pacar ka?” balasnya. “ Iya saya tidak ada pacar. Ada sih, tapi sudah putus
kemarin. Saya mengenal kamu bukan karena elok wajahmu, senyum manismu, bodi
rampingmu tetapi aku tidak mau menjalani hidup ini tanpa kasih sayang dari
seseorang” pesanku terkirim lagi.” Makasi kaka. Tetapi saya ini cerewet kaka”.
Balasnya. “ Entah kamu cerewet, sombong, atau angkuh, tetapi cintaku tidak
memandang itu. Aku hanya membutuhkan kesetian dan pengorbananmu”. Pesanku terkirim.
“Iya kaka aku bersedia menjadi pendampingnya kaka dan terima kasih karena sudah
mengenal diriku” balasnya. Aku pun tidak langsung membalas chatnya, saya melompat
kegirangan. Nasi yang sudah dari tadi ada di meja, saya langsung kasih Ogan
supaya makan itu nasi goreng.”. kamu kenapa tidak makan ini nasi Ajis?” Tanya
temanku Ogan. “ Eeeeee….kamu terlalu banya Tanya. Tidak mau senang saja. Ini
makan sudah sampai habis. Saya sudah makan dari kos tadi.” Kataku sambil
mendorong piring nasi ke arah Ogan pada hal sepanjang hari tadi saya tidak
makan. “Dari tadi pagi perutku bunyi. Tapi biar sudah, asalkan wanita dambaan
hatiku selama ini sudah resmi menjadi pacarku hari ini tanggal 11 mei 2018.
10
Akhirnya
terbuktilah cintaku. Keesekan harinya saya mulai pergi ngobrol di Afni punya
kos. Sampai di kos, dia bikin kopi sambil cerita. Setelah saya belajar
sifatnya, ternyata dia itu orangnya murah senyum, tiada hari tanpa ketawa dan
dia padahal orangnya suka omong banyak dan tidak mau dimarahi. Dari situlah aku
tahu bahwa kesetiaan dalam sebuah percintaan berawal dari pengorbanan. Hari
demi hari kami saling chat bahkan saling kontak karena rindu tidak mau tinggal
jauh dari dirinya.
Sepi
mengundang rindu
Hari-hari dalam kesepian, rasa rindu pasti
selalu menyelimuti diri. Entah kenapa merindu datang dengan tiba-tiba dan sulit
untuk menghilangkanya. Hal inilah yang sering ku alami tiap saat jika di kos,
aku duduk termenung sendiri dalam kamar. Sekeliling pun diam membisu karena
setiap orang sibuk dengan kesibukanya masing-masing.
Setiap pagi, saya bangun jam 6.30 untuk
menyiapkan diri pergi ke kampus. Saya langsung merapikan tempat tidurku dan
membuka jendela biar matahari pagi masuk. Sebelum ke kampu saya memasak air
untuk bikin kopi. Setelah itu aku duduk termenung depan teras kosku sambil
menikmati alam pagi yang sangat indah. Saya menikmati semuanya menanti air
mendidih.
11
Saya memandang ke sana sini, semua orang tidak
ada. Kebetulan saya punya kawan kos banyak yang kuliah di kampus POLTEKES dan
mereka harus pergi ke kampus jam 6.00. saya duduk menyendiri depan kamarku
untuk menikmati pagi yang cerah. Mentari mulai menampakan sinarnya ke jantung
bumi yang pesona aka nisi perut bumi
yang sangat beragamdan cahaya mentari masuk ke kamarku melalui ventilasi kecil.
Semua mahklup menyapa pagi dengan gembira dan membuat hati ikut tersenyum menyapa
pagi ini. Bunga-bunga bermekaran, burung-burung beterbangan dengan barisan rapi
dan mengantarkan jiwaku untuk memulai pagi dengan senyuman. Nyanyian burung
sangat bervariasi dan ku pandang embun pagi seakan-akan bisa menyegarkan hatiku
yang yang lagi layu karena dirinya tidak ada di sisiku.
Air pun mendidih dan saya bikin kopi manis
manggarai. ku pandang alam pagi sembari menikmati menikmati kopi di tangan
kananku dan pisang goring di tangan kiriku. Siukan burung kesana-kemari dengan
rapi melawan angin sepoi di pagi ini.
12
Aku
hanya tersenyum memandang semuanya seraya membayangkan kalau dirinya ada di
sini, aku menikmati pagi yang cerah sambil melambai rambutnya dan akan kupeluk
dirinya. Tetapi apalah daya semuanya itu hanya dalam mimpi, sepi kian menggebu
seakan-akan menusuk nubariku karena bayangnya selalu menghantui dan mengusik
pikiranku. Hembusan angin pagi ini seakan-akan menghantam hati yang risau ini.
Jiwaku yang selalu sepi dan mengharapkan dirinya ada di sisiku setiap saat.
Dalam bayangnku selalu memikirkan, “jika aku menyambut pagi ini bersama diriya,
akan ku basahi taman hatinya dengan embun pagi, akan ku hangatkan jiwanya
dengan mentari pagi dan akan ku buktikan cinta sejatiku dengan sekuntum bunga
yang penuh dengan embun, biar hatinya tetap segar” pikirku dalam hati.
Karena rasa rindu kian mencekam, aku mulai
tersenyum pada diri, berbicara pada diri dan ketawa pada diri sendiri,
seakan-akan dirinya ada di sampingku. Karena merindu semakin dasyat bagaikan
hujan deras menggeluyur kota kupang selama sebulan, kopi yang ada di sisiku
dingin. Kemudian aku menyiapkan diri pergi ke kampus. Karena hari ini saya
dapat tugas dari pak Naranto untuk membuka pintu prodi.
13
Kemarin
dia suruh sya agar saya dating lebih awal yaitu pada jam 7.00. saya melihat jam
dan menunjukan pukul 7.30. saatnya aku pergi ke kampus walaupun dengan
buru-buru. Kebetulan tadi malam saya lihat roster, hari ini ada yang kuliah jam
7.30. dengan buru-buru aku langsung menyiapkan perlengkapan kampusku. Tiba-tiba
HP-ku bordering menandakan ada panggilan masuk. Saya lihat begini padahal yang
telfon adalah pacarku. “Kamu di mana?, kami mau kuliah sekarang. Kami sudah
tunggu dari tadi tetapi pintu prodi belum buka. Sekarang dating cepat.” Suaranya keras bagaikan
bunyi senjata. “Iya sayang, aku mau pergi ni”. Jawabku pelan. Aku langsung gas
motorku dan dalam perjalanan, dalam hati saya memikirkan “Saya pasti dapat
marah dari pacarku. Kalau dia marah sebentar aku bilang bagaimana yah”.
Kepalaku pusing mencari jawaban kalau dirinya marah kenapa saya datang
terlambat.
14
Sesampainya di kampus, saya melihat dari jauh
seluruh masiswa/i jurusan PBS semester satu dan dua kumpul di halaman kampus
menunanti pintu prodi buka. Dari jauh saya memandang pacarku di antara banyak
orang. Begitu saya melewati di depan mereka sya langsung menyapa mereka semua
“Selamat pagi semuanya”. “Selamat pagi juga kakak”, jawab mereka dengan kompak sambil melemparkan
senyuman manis mereka dan saya lihat pacarku ikut senyum juga. Saya juga
langsun melemparkan senyuman mereka. Saya langsung turun dari motor dan membuka
pintu prodi dan pintu ruangan kelas. Mereka semua ikut dari belakang saya
sengan ramai. Saya berdiri di pintu prodi dan melihat pacarku di antara ratusan
orang jumlah mereka. Padahal sang pujaan hatiku berjalan paling belakang bersama
dua orang temanya. Dari jauh dia langsung lemparkan senyumanya dan saya
mendekatinya dan bertanya “ Kamu kuliah dengan siapa sayang?”. “Kami kuliah
dengan Ibu Lili sayang”. Jawabnya sambil mencubit perut saya. Aku hanya
tersenyum sambil melihanya dari belakang. Sesudah itu saya langsung pulang kos.
Dalam perjalanan, saya tertawa seperti orang gila. Semuanya ini karena rindu.
Memang benar kata Dilan, “Rindu itu berat”.
15
Pada
jam 3.00, HP-ku bordering lagi dan itu menandakan ada panggilan masuk. Saya
mengambil HP-ku dan yang telfon adalah si pengobat rindu. Dengan senang hati
saya langsung menjawabnya dan dengan suara lembut dia menyapa, “Selamat sore,
ada buat apa sayang. Sebentar sore kita pi pantai Oesapa yuk”. “Iya sayang”,
jawabku dengan serentak. Hati melonjak kegirangan.Tidak menunggu waktu lama,
saya langsung pergi ke kosnya. Sampai di kos, hati bingung mau bilang apa.
Pikiranku hilang entah kenapa hari ini penampilannya jauh di atas artis denga
wangi tubuhnya begitu semerbak. Warna baju
yang berkilau dan celana umpanya begitu seksi membuat hati terkikis
karena bodi persis Dwi Persik dan senyum manis yang membuat hati ini meawan
melihat penampilanya. Kami pun berjalan pelan hingga pantai Oesapa.
Dalam perjalanan kami berteriak sambil
menikmati debu dan asap kendaraan yang membuat pacarku menyembunyikan kepalanya
pada punggungku. Pelukan yang menghangatkan membuat aku tidak focus di atas
motor. Dalam hati aku mengatakan “ Selamat tinggal Rindu, selamat datang
pengobat rindu. Akirnya kami tiba di pantai Oesapa dan kami langsung mengambil
posisi di bawah Lopo untuk foto dengan latar senja sore yang sangat indah.
16
Hembusan
angin laut di pantai Oesapa menerpa hati. Kami berdua bermain kesana kemari di
pantai yang indah akan sampah-sampah plasti di sana-sini. Sekitar jam 7.00
malam kami pulang ke kos karena perut berdering menandakan segera diisi.
Usai saya antar pacarku di kosnya saya
langsung kembali ke saya punya kos sendiri. Sesampainya di saya punya kos
semuanya diam membisu. Music dan suara para omnivore tidak kedengaran dan
sekeliling kos gelap gulita. Pulsa listrik mati membuat penghuni kos tidur
cepat. Saya hanya duduk di luar kos sambil memandang bulan purnama dan
bintang-bintang langin yang bermain-main di keliling bulan. Entah kenapa rasa
rindu datang lagi. “Saya ingin menikmati bulan purnama dengan pacarku. Kenapa
tiap malam aku duduk termenung sendiri saja di kos”. Tangisku dalam hati.
Hembusan angin malam mencekam dan menghembus menghantam jira yang lagi haus akan
bukti cinta sejatinya. Setiap malam, aku melewatinya dengan begitu saja.
17
Angin
berhembus tak henti. Relung hati bergetar karena semua mahklup hidup tanpa
bersuara. Dinginya malam semakin menusuk hati. Hanya sepi menyelimuti diri dank
u hanya bisik senandungku pada angin. Rintihan sebuah hati yang rindu semakin
menggebu melukiskan hati yang rindu mendambakan dirinya tak kunjung datang.
Hanya angin dan bulan menemaniku pada mala mini. Cahaya bulan membiaskan
cahayanya jatuh tepat ke retina hatiku. Aku hanya tersenyum menatap semuanya
seraya mendengarkan sebuah lagu nostalgia yang sangat sedih. Dimana lagu
tersebut mengisahkan sepasang kekasih tinggal jauh. Lagu ini yang membuat hati
menangis karena dirinya tidak menemaniku pada malam ini.
Pada hari ini, sabtu tanggal 6 oktober
2018, saya bangun jam 10.00 karena tidak pergi kampus sya sengaja bangun siang.
Seperti biasa, setiap kali saya bangun saya pasti mengambil HPku untuk melihat
jam. Saya lihat ada panggilan tak terjawab tujuh kali. Dengan rasa penasaran
yang sangat tinggi sya langsung cek dan dalam hati aku mengatakan “ jangan
sampe yang telfon adalah pacarku”. Padahal apa yang saya pikirkan beliau
ternyata benar yang telfon adalah sang pujaan hatiku. Karena tidak ada pulsa
mau telfon balik, terpaksa dengan prasaan malu saya telfon beban.
18
“ Sisa pulsa anda nol rupiah, tekan satu untuk
meneruskan panggilan anda”, menanti pacarku telfon balik saya tidur lagi karena
badan tidak rasa enak. Lima menit kemudian HPku bordering lagi, dengan
buru-buru saya bangun dan langsung menjawab panggilan dari pacarku. Pacarku
langsung berkata “ Sayang kenapa baru bangun. Dari tadi saya telfon kenapa
nggak diangkat. Aku rindu kamu”, Maaf sayang tadi malam aku tidur telat makanya
saya bangun terlambat. Maafkan aku sayang karena tidak jawab kamu punya
panggilan tadi,” jawab sambil tersenyum. Dia pun langsung memotong “ Kenapa
tidur terlambat sayang. Aku kan udah kasi tau, kamu itu jangan mete terus. Kamu
kenapa tidur terlambat tadi malam?”. Katanya dengan suara keras. “ kamu tau
nggak kenapa aku tidur terlambat. Karena aku rindu kamu. Tidurku bisa nyenyak
hanya bisa bersamamu. Kenapa bayanganmu selalu menghantui sementara saya mau
tidur. Bayanganmu yang selalu datang tiap saat.” Jawabku dengan pelan. “ Iya
sayang, apa yang kamu rasakan disitu, aku juga kok” jawabnya dengan lembut.
Saya hanya tersenyum menanggapi apa yang dikatankanya. Sekitar satu jam kami
bercakap di telepon dank arena dia ada sibuk dia langsung mengakhiri
panggilanya dan berkata “ Nana, sebentar baru lanjut iya, saya ada sibuk
sedikit. Jangan lupa makan dan berdoa, dadaaaaa, ummmmm…ummach”. “ Iya sayang,
ummm,,,maach”. Dengan buru-buru aku membalas ciumanya takut dia langsung kasi
mati telfon.
19
Setelah dia mengakhiri panggilanya, dalam
hatiku selalu berkata dan selalu tumbuh rasa rindu. Dalam hatiku berkata “ saya
belum puas ciumanya tadi. Aku maunya cium langsung. Tapi kapan yah membuktikan
cinta sejatiku ini.” Rasa ingin bertemu dengan dia setiap saat selalu ada dalam
pikiranku. Dia yang membuat hati terhibur karena senyuman yang dia berikan tiap
saat. Bayanganya selalu menari-nari di depanku.
Dalam perjalanan kisah cinta kami selalu
ada masalah. Tantangan selalu untuk mengakhiri hubungan kami. Dia yang
hari-harinya marah terus dan cepat tersinggung. Sebagai laki-laki sejati, kuat
dan sempurna, aku tidak mau mengakhiri hubungan karena masalah yang selalu
mengusik hubungan kami. Aku selalu berkorban untuk mengatasi semuanya demi
mencapai cinta sejatiku. Karena saya mengingat kata teman saya waktu SMA “
Semua masalah dalam percintaan itu merupakan uji kesetian kita.
20
Maka
disitulah peran kita menunjukan sejauh mana pengorbanan kita dalam mengatasi
semua masalah dalam dunia percintaan”. Memang benar semuanya itu telah kami
lewati sampai sekarang.
Tiada hari dia mengirim puisi kasi saya
melalui inbox. Setiap pagi puisi romantic yang dia kirim selalu membuat aku
tidak bosan membaca puisinya. Diksi atau pilihan katanya terlalu megah.
Setelalah saya menganalisis puisinya kata demi kata, kalimat demi kalimat,
baris demi baris, bait demi bait bahkan keseluruhan puisis tersebut, dan isi
puisinya tentang rindu yang semakin gejolak. Puisinya yang bermajas membuat aku
ingin menganalisis dan menginterpretasi puisi yang dibuatnya. Karena
permintaanya puisi yang dibuatnya harus dibalas, setiap kali dia mengirim puisi
untuk saya, saya pun membalas puisinya dengan diksi yang tepat dan megah yaitu
puisi tentang “Merindu itu berat”.
21

tingkatkan
BalasHapusIya ama
HapusTtp semangat dan tingkatkan.is is good
BalasHapusIya
HapusMantap jiwa ama. Wmwwkkw
BalasHapusHhhh
HapusYg bnr sa ama